BANDA ACEH- Pendeteksi
bencana tsunami bisa dibuat dengan bahan yang sederhana, seperti
dibuktikan anak-anak SMPN Sampoiniet dari kabupaten Aceh Jaya dan
dibantu para guru mereka sehingga sudah dapat dibuat sebuah alat
pendeteksi Tsunami.
Hal itu ditampilkan pada acara lokakarya praktik yang baik dalam bidang
pendidikan yang dilaksanakan USAID PRIORITAS di Amel Convention Center,
Rabu (18/6) kepada AJNN.
Seorang siswa yakni Rahmad mengatakan mereka membuat alat tersebut hanya
dari bahan-bahan sederhana seperti pipa, sirine, lampu sua, pelapung
dari botol aqua, benang, baterai. “Bisa juga dari tenaga surya,” kata
dia.
Alat itu tidak mahal, yakni hanya menghabiskan dana Rp300 ribu dan pembuatannya hanya berlangsung dua hari.
Alat tersebut difungsikan dengan meletakkannya di dasar dasar laut
sekitar 300 meter dari bibir pantai. Ketika air naik, sebagaimana
dijelaskan Rahmad, pelampung akan jatuh kemudian sirine berbunyi dan
lampu menyala. ” Itu pertanda tsunami akan ada,” ujar rahmad.
Selanjutnya, guru SMPN Sampoiniet Mahyuddin menambahkan alat itu bisa
didapat dari beberapa pelajaran yakni Biologi, Geografi, Fisikad dan
Matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar